Aktivasi Klaster Kesehatan melalui Operasionalisasi Health Emergency Operation Center (HEOC) di Kabupaten Sukabumi

Sukabumi, 3 Desember 2024Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Sukabumi pada 3 Desember 2024 telah menimbulkan dampak besar bagi masyarakat, termasuk dampak kesehatan. Selain akses jalan dan jembatan yang terputus, dilaporkan jatuh korban jiwa dan timbul pengungsian. Pada tanggal 4 Desember Bupati Sukabumi menetapkan Status Tanggap Darurat Banjir dan Tanah Longsor.Sebagai respons cepat, Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI bergerak memberikan pendampingan aktivasi Klaster Kesehatan dengan mengoperasikan   Health Emergency Operation Center (HEOC) Kabupaten Sukabumi. Pusat Krisis Kesehatan juga memobilisasi TCK-EMT Type 1 Mobile Regional DKI untuk membantu pelayanan kesehatan.Klaster Kesehatan/HEOC diaktivasi ketika terjadi situasi darurat krisis kesehatan yang membutuhkan respons terkoordinasi dan cepat untuk melindungi masyarakat dari ancaman kesehatan. HEOC Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi berlokasi di Pendopo lama Kabupaten Sukabumi berdampingan dengan Posko Utama BNPB untuk memudahkan koordinasi lintas sektor. Saat ini permasalahan kesehatan yang utama adalah pengungsian yang tersebar di berbagai lokasi, menyebabkan tantangan signifikan dalam memberikan pelayanan kesehatan seperti sulit menjangkau semua pengungsi, pelayanan kesehatan tidak merata, pendataan kesehatan belum akurat dan distribusi logistik kesehatan terhambat. HEOC Kabupaten Sukabumi telah berkoordinasi dengan Posko Utama BNPB untuk membuat pengungsian terpusat di setiap kecamatan agar dapat memaksimalkan upaya kesehatan bagi masyarakat terdampak.Hingga artikel ini diterbitkan, papan informasi Klaster Kesehatan di Pos HEOC telah digunakan untuk menginformasikan situasi terkini, upaya kesehatan yang telah dilakukan, tren penyakit, dan informasi penting lainnya.

Persiapan Menghadapi Musim Hujan

Perubahan cuaca yang tidak menentu membuat kita harus siaga di setiap kondisi cuaca, termasuk hujan yang mendadak. Hujan yang tiba-tiba terjadi dengan intensitas yang tidak menentu, seringkali mengganggu aktivitas harian kita dan tidak jarang membuat kita mudah terserang penyakit.Dengan demikian, maka masyarakat perlu melakukan persiapan dan berbagai alat yang dapat membantu dalam menghadapi segala kondisi, termasuk hujan yang tiba-tiba terjadi. Persiapan tersebut penting untuk dilakukan karena akan memudahkan masyarakat dalam menghadapi kondisi hujan dan meminimalisir potensi terserang penyakitPersiapan Menghadapi Hujan.Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan oleh masyarakat dalam menghadapi potensi hujan yang tiba-tiba turun, diantaranya adalah: Menyiapkan payung atau jas hujan saat melakukan aktifitas diluar ruang Menyiapkan jaket atau pakaian hangat Mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi Mengkonsumsi vitamin bila perlu Rutin berolahraga Menutup penampungan air untuk meminimalisir jentik nyamuk Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat merupakan kunci agar tubuh kita tetap sehat dan bugar dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Untuk itu dengan melakukan persiapan diatas, diharapkan mampu membuat masyarakat bisa tetap sehat dan siap meskipun dalam kondisi hujan.Tidak lupa untuk menggunakan masker dan segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala penyakit, agar bisa segera mendapatkan penanganan sedini mungkin dari petugas kesehatan.

Strategi Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pengelolaan Ketatausahaan Kementerian Kesehatan TA 2025

Demi meningkatkan pelayanan dan pengelolaan ketatausahaan Kementerian Kesehatan dalam mendukung terciptanya Good Governance, Biro Umum memandang perlu melaksanakan berbagai macam aktivitas yang memenuhi unsur pengelolaan urusan kerumahtanggaan. Dalam rangka menyelenggarakan fungsi pengelolaan urusan kerumahtanggaan di lingkungan Kantor Pusat yang Seluruh penjabaran aktivitasnya termuat dalam Komponen 053-Pengelolaan Kerumahtanggaan Kementerian dan untuk mendukung penguatan implementasi Redesain Sistem Perencanaan dan Penganggaran (RSPP) di lingkungan Sekretariat Jenderal sesuai dengan surat Sekretaris Jenderal nomor: PR.04.01/A/10682/2023 tanggal 23 Februari 2023, maka ditetapkan standardisasi penggunaan dan pengalokasian Klasifikasi Rincian Output (KRO) serta Rincian Output (RO) yang disesuaikan dengan tugas dan fungi Biro/Pusat terkait.Tujuan kegiatan ini adalah untuk melakukan koordinasi lintas unit, integrasi, standardisasi, evaluasi dan perbaikan, brainstorming dalam penyusunan anggaran Biro Umum serta menyelaraskan program dan kegiatan dengan dokumen perencanaan yang ada; menghasilkan dokumen pendukung RKA-K/L yang memenuhi kaidah-kaidah penganggaran; persiapan awal atau tindak lanjut dalam rangka/atas hasil penelitian RKA-K/L Biro Perencanaan dan Anggaran maupun reviu RKA-K/L APIP Kementerian Kesehatan.Pertemuan Penyusunan Strategi Pelaksanaan Anggaran Kegiatan Pengelolaan Ketatausahaan Kementerian TA 2025 yang diselenggarakan pada tanggal 11 hingga 13 Desember 2024 di AONE Hotel Jakarta, Jakarta Pusat tersebut dihadiri oleh Kepala Biro Umum, Kepala Bagian Rumah Tangga, Kepala Subbagian Adum, para Ketua Tim Kerja di lingkungan Biro Umum serta para staf Biro/Pusat di lingkungan Sekretariat Jenderal terkait dan Sekretariat Unit Utama di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Kesehatan. Sementara itu, narasumber yang dihadirkan berasal dari Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan, Direktorat Anggaran Bidang PMK Ditjen Anggaran, dan Kantor Wilayah DJPb Provinsi DKI Jakarta, Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan.