Jakarta, 27 Desember 2024Dalam rangka misi kemanusiaan membantu penanganan darurat krisis kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi dengan magnitudo 7,4 di Republik Vanuatu yang terjadi pada tanggal 17 Desember 2024, Pemerintah Republik Indonesia mengirimkan TCK-Emergency Medical Team (EMT) Indonesia yang telah diberangkatkan menuju Republik Vanuatu.Pada kesempatan ini pelepasan TCK-Emergency Medical Team Indonesia dilaksanakan secara langsung oleh Bapak Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, yang didampingi oleh Bapak Menteri Kesehatan, Menteri Luar Negeri, Kepala BNPB, dan Pejabat terkait di Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.Tim ini terdiri dari 3 dokter, 5 dokter spesialis, 5 perawat, serta 2 orang staf pendukung lainnya yang juga membawa logistik kesehatan, BMHP beserta obat-obatan serta sarana prasarana pendukung pelayanan kesehatan.Video singkat aktifitas pelayanan kesehatan di Republik Vanuatu Berikut
Disini anda dapat mengunduh Laporan Pemantauan Bulanan Kejadian Krisis Kesehatan Pusat Krisis Kesehatan Disini anda dapat mengunduh Laporan Pemantauan Bulanan Kejadian Krisis Kesehatan Pusat Krisis Kesehatan
Disini anda dapat mengunduh perjanjian kerjasama antara Kementerian Kesehatan dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) Perjanjian Kerjasama Antara Kementerian Kesehatan Dengan Kepolisian RI
Disini anda dapat mengunduh Nota Kesepahaman antara Kementerian Kesehatan dengan BASARNASNota Kesepahaman antara Kementerian Kesehatan dengan BASARNAS
Disini anda dapat mengunduh Laporan Pemantauan Harian Kejadian Krisis Kesehatan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan tanggal 7 Januari 2025 pukul 07.30 WIB hingga 8 Januari 2025 pukul 07.30 WIB. Terdapat 9 laporan kejadian bencana: 3 KLB Penyakit, 1 Erupsi Gunung Api, 5 Banjirunduh laporan pemantauan krisis kesehatan tanggal 8 Januari 2025
Pemerintah memberikan perhatian khusus kepada Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK), salah satunya keistimewaan dalam mengikuti seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). TCK mendapatkan keistimewaan saat mendaftar PPIH, yaitu lebih diutamakan dibanding pendaftar lain. Saat tes wawasan, TCK yang mempunyai pengalaman penanganan bencana atau krisis kesehatan akan diberikan poin tambahan. Kebijakan ini merupakan bentuk apresiasi atas jasa TCK dalam penanganan darurat bencana atau krisis kesehatan.TCK dibentuk untuk membantu penanganan krisis kesehatan di daerah terdampak bencana. TCK dipersiapkan dengan berbagai pelatihan di saat pra bencana, agar menjadi tenaga yang kompeten jika sewaktu-waktu dimobilisasi untuk merenspon bencana. Mengintegrasikan kemampuan tanggap bencana sebagai kompetensi PPIH, merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia.Untuk informasi lebih lanjut mengenai keistimewaan TCK dalam seleksi PPIH, yuk kita simak “Petunjuk Teknis Rekrutmen Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi Bidang Kesehatan, Tenaga Kesehatan Haji, Dan Tenaga Pendukung Kesehatan Dalam Penyelenggaraan Kesehatan Haji.” Petunjuk Teknis Rekrutmen