Mudik Bersama Kemenkes 2025: Mudik Sehat, Hati Tenang, Pulang Senang!

Jakarta, 26 Maret 2025, Kementerian Kesehatan menyelenggarakan acara Pelepasan Mudik Bersama 2025 menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 H. Dengan tema “Mudik Sehat, Hati Tenang, Pulang Senang”, kegiatan ini bertujuan memberi kemudahan, keamanan, dan kenyamanan bagi pegawai Kemenkes yang mudik bersama keluarga.Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, melaporkan bahwa tahun ini disiapkan 29 bus dengan total 1.190 kursi, dan saat ini sudah terisi 1.000 kursi. Tujuan bus meliputi Purworejo, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Semarang, Malang, Lampung, Palembang, Padang, dan Bukit Tinggi.Peserta mudik terdiri dari pegawai beserta keluarga dari seluruh unit Eselon I dan unit pelaksana teknis di Jakarta, termasuk ASN, PPNPN, pegawai alih daya, serta pegawai Bank mitra di Kemenkes.Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini didukung oleh berbagai pihak yang telah berkontribusi menyediakan armada bus, yaitu: Biro Umum (15 bus), Bank BNI (6 bus), Bank Mandiri (6 bus), Bank BRI (1 bus), Bank BSI (1 bus)Untuk keselamatan, pengemudi telah melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas, Klinik, dan RSUD. Surat Keterangan Sehat diverifikasi oleh Unit Pelayanan Kesehatan (UPK) Kemenkes, dan dilakukan pemeriksaan tambahan terkait tekanan darah, gula darah, serta NAPZA oleh Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta.Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, memberikan sambutan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi. Beliau mengingatkan peserta untuk selalu menjaga kesehatan dan keselamatan selama perjalanan, serta berharap kegiatan ini dapat memberikan kebahagiaan bagi peserta yang akan berkumpul dengan keluarga di kampung halaman.Menkes Budi Gunadi Sadikin, didampingi Ibu Ida Gunadi Sadikin, para pimpinan tinggi, dan pegawai Kemenkes, melepas bus secara simbolis dengan mengibarkan bendera.Terima kasih kepada seluruh pihak yang berpartisipasi. Semoga perjalanan ini berjalan aman, lancar, dan selamat sampai tujuan. Selamat merayakan Idul Fitri bersama keluarga! 

Pusat Krisis Kesehatan Menandatangani Pakta Integritas: Komitmen Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi

Jakarta, 25 Maret 2025Dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas, Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan secara resmi menandatangani Pakta Integritas sebagai bentuk komitmen mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Acara ini berlangsung di Pusat Krisis Kesehatan, lt 6 Gedung Sujudi  dan dihadiri oleh Kepala Pusat Krisis Kesehatan, seluruh pegawai Pusat Krisis Kesehatan dan disaksikan oleh Inspektur II, Inspektorat Jenderal Kemenkes.Pakta Integritas merupakan komitmen bersama Kepala Pusat Krisis Kesehatan dan seluruh pegawai Pusat Krisis Kesehatan,untuk bekerja dengan penuh profesionalisme, menjaga integritas, dan menghindari tindakan korupsi, kolusi, serta nepotisme. Penandatanganan ini menegaskan tekad untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih, jujur, dan bebas dari praktik yang merugikan negara dan masyarakat.Isi Pokok Pakta IntegritasPakta Integritas yang ditandatangani oleh seluruh pegawai Pusat Krisis Kesehatan berisi komitmen untuk: Berperan proaktif mencegah korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam upaya menciptakan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokasi Bersih dan Melayani (WBBM). Bersikap profesional, transparan, jujur, objektif, dan akuntabel dalam melaksanakan tugas. Menghindari pertentangan kepentingan (conflict of interest) dalam melaksanakan tugas. Menjunjung nilai-nilai BERAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif)  Memberikan teladan dalam kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.Penandatanganan Pakta Integritas ini sejalan dengan upaya Kementerian Kesehatan dalam memperkuat reformasi birokrasi, khususnya dalam pengelolaan krisis kesehatan yang semakin kompleks dan dinamis. Dengan adanya komitmen ini, diharapkan seluruh pegawai Pusat Krisis Kesehatan dapat menjadi teladan dalam menjalankan tugas secara profesional, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.